1. TOPOLOGI
HYBIRD
Pengertian
Topologi Hybird
Pengertian Topologi Hybrid adalah Kombinasi
dari dua atau lebih topologi berbeda berpadu menjadi satu bentuk baru pada
sistem jaringan komputer. Bila topologi berbeda terhubung ke satu sama lainnya
dan tidak menampilkan satu karakteristik topologi tertentu maka bentuk desain
jaringan ini disebut topologi jaringan hybrid.
Kelebihan
Topologi Hybird
•
Salah satu
keuntungan yang menonjol topologi hybrid adalah fleksibilitas. Topologi
jaringan hybrid dirancang sedemikiana rupa sehingga dapat diterapkan untuk
sejumlah lingkungan jaringan yang berbeda.
•
Hybrid
mengkimbinasikan konfigurasi yang berbeda tapi dapat bekerja dengan sempurna
untuk jumlah lalu lintas jaringan yang berbeda.
•
Menambahkan
koneksi perifer lain cukup mudah, seperti node baru dan/atau periferal dapat
terhubung antar topologi berbeda
•
Dibandingkan
dengan jenis topologi komputer lainya, topologi ini terpercaya. Memiliki
toleransi kesalahan yang lebih baik. ketika sejumlah topologi berbeda terhubung
ke satu sama lain
•
Ketika link
tertentu dalam jaringan komputer mengalami gangguan, tidak menghambat kerja
dari jaringan lainnya.
Kelemahan
Topologi hybird
•
Karena
merupakan penggabungan beberapa bentuk menjadi topologi hybrid, maka
pengelolaan topologi akan menjadi lebih sulit.
•
Dari segi
ekonomisnya jaringan hibrid sulit dipertahankan karena membutuhkan biaya yang
lebih topologi tinggi dibandingkan dengan topologi jaringan yang murni dalam
satu bentuk. Faktor biaya dapat dihubungkan dengan biaya penambahan hub dan
Biaya pengkabelan yang meningkat untuk membangun bentuk topologi ini.
•
Instalasi dan
konfigurasi dari topologi ini sulit karena ada topologi yang berbeda yang harus
dihubungkan satu sama lainnya, pada saat yang sama harus dipastikan bahwa tidak
satupun dari node dijaringan gagal berfungsi sehingga membuat instalasi dan
konfigurasi topologi hybrid menjadi sangat sulit
Fungsi topologi
hybird
Kegunaannya sendiri sama seperti dengan fungsi
topologi yang lain, yaitu untuk menghubungkan proses jaringan antara computer
yang satu dengan computer yang lain menjadi satu jaringan komunikasi.
Cara kerja
Topologi Hybird
Sebagai ilustrasi, sebuah organisasi/departemen
memiliki 3 bagian dimana komputer-komputer pada masing-masing bagian tersebut
saling terhubung menggunakan topologi yang berbeda, sebut saja bagian A
menggunakan topologi Bus, bagian B menggunakan topologi Star, dan beberapa
komputer terhubung langsung ke HUB pusat.
Apabila kedua jaringan komputer dan beberapa komputer tersebut dibuat menjadi saling terhubung ke dalam satu jaringan yang lebih luas (mencakup ketiganya) menggunakan salah satu jenis topologi (misalkan topologi Star) maka itulah yang dinamakan dengan Topologi Hybrid (Hybrid Topology).
Apabila kedua jaringan komputer dan beberapa komputer tersebut dibuat menjadi saling terhubung ke dalam satu jaringan yang lebih luas (mencakup ketiganya) menggunakan salah satu jenis topologi (misalkan topologi Star) maka itulah yang dinamakan dengan Topologi Hybrid (Hybrid Topology).
2. TOPOLOGI BUS
Bus
Pengertian
Topologi
Topologi bus
merupakan sebuah topologi yang menggunakan kabel tunggal sebagai media
transmisinya atau kabel pusat tempat dimana seluruh client dan server
dihubungkan. sebelum menentukan topologi ini untuk membangan sebuah jaringan
komputer alangkah baiknya kita mengetahui keuntungan dan kerugian topologi ini.
Topologi jaringan sendiri artinya suatu cara menghubungkan perangkat telekomunikasi yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk jaringan.
Topologi jaringan sendiri artinya suatu cara menghubungkan perangkat telekomunikasi yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk jaringan.
Fungsi Topologi Bus
Fungsi topologi
jaringan bus adalah untuk menghubungkan komputer sehingga masing-masing
komputer atau node dapat saling berkomunikasi. Topologi bus akan menggunakan
kabel utama sebagai pusat lalu lintas data
Kelebihan
Topologi Bus
•
Hemat kabel, karena pada topologi bus hanya menggunakan
kabel tunggal dan terpusat sebagai media transmisi sehingga tidak membutuhkan
banyak kabel seperti pada topologi jaringan star.
•
Layout kabel sederhana, pada pemasangan topologi bus
rancangan dan skema kabel yang digunakan sangat sederhana sehingga mudah dalam
pemasangannya.
•
Pengembangan jaringan komputer atau penambahan komputer
baru baik sebagai server maupun client dapat dilakukan dengan mudah tanpa
mengganggu komputer atau workstation yang lain.
•
Biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan
pengkabelan yang lain. karena pada topologi jaringan yang lain akan membutuhkan
banyak kabel dan perangkat jaringan lainnya seperti switch atau hub untuk
menghubungkan antar node.
•
Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada
topologi bus, karena topologi jaringan ini sangat sederhana
Kelemahan Topologi Bus
•
Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil sehingga jika
jaringan mengalami gangguan, maka akan lebih sulit untuk mengidentifikasi
kesalahan yang ada.
•
Kepadatan lalu lintas pada jalur utama, karena topologi
bus menggunakan kabel terpusat sebagai media transmisi maka lalu lintas data
akan sangat padat pada kabel utama.
•
Jika kabel utama mengalami gangguan maka seluruh jaringan
akan mengalami gangguan pula.
•
Diperlukan repeater sebagai penguat sinyal jika akan
menambahkan workstation dengan lokasi yang jauh
Karakteristik
Topologi Jaringan Bus
•
Topologi jaringan bus memiliki karakteristik jaringan
sebagai berikut:
•
Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel,
dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator. Terdapat kabel utama
sebagai pusat lalu lintas data.
•
Sangat sederhana dalam instalasi
•
Sangat ekonomis dan dalam segi pembiayaan.
•
Paket‐paket data
saling bersimpangan pada suatu kabel
•
Tidak diperlukan hub atau switch, yang banyak diperlukan
adalah Tconnector dan konektor BNC pada setiap Ethernet card.
•
Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node
rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa
berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Cara kerja
Topologi Jaringan Bus
Topologi jaringan
bus akan menghubungkan masing-masing komputer di dalam sebuah jaringan yang
disebut trunk segmen. Bus biasanya disebut kabel yang menghubungkan ujung ke
ujung lainnya sehingga setiap node pada topologi bus akan terhubung ke
kabel-kabel tersebut dan Pada akhir setiap terminator yang ditempati, ia
mengenali kemana arah data berpergian dan terminator digunakan untuk menyerap
sinyal.
Ciri-ciri Fisik
Topologi Jaringan Bus
Topologi jaringan
bus mempunyai ciri fisik yang paling utama adalah adanya kabel tunggal sebagai
pusat lalu lintas data, selain itu topologi jaringan juga menggunakan konektor
BNC dan TConector untuk menghubungkan antar komputer.
Dengan mengetahui keuntungan dan kerugian pada topologi jaringan ini maka kita bisa menyimpulkan apakah topologi ini pas atau sesuai dengan jaringan yang akan kita bangun.
Dengan mengetahui keuntungan dan kerugian pada topologi jaringan ini maka kita bisa menyimpulkan apakah topologi ini pas atau sesuai dengan jaringan yang akan kita bangun.
3. TOPOLOGI MESH
Pengertian
Mesh
Topologi mesh atau yang lebih dikenal dengan
topologi jala dikarenakan bentuknya yang memang menyerupai jala. Topologi mesh
merupakan bentuk hubungan yang ada antar perangkat dimana setiap perangkat yang
ada akan saling terhubung langsung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam
satu jaringan tersebut.
Karakteristik
Topologi Mesh
Topologi
mesh sendiri memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri tersendiri, antara
lain adalah:
- Perangkat yang ada di dalam jaringan akan saling terhubungkan satu sama lainnya.
- Kabel yang digunakan dalam berkomunikasi secara langsung dengan node lainnya di dalam jaringan cukup banyak.
- Pada setiap node, setidaknya ada 2 atau lebih dari port I/O.
- Konfigurasi dalam setiap node akan berbeda di dalam berkomunikasi.
Cara
kerja Topologi Mesh
- Sederhananya, cara kerja dari topologi mesh adalah pada setiap node yang ada di dalam jaringan akan saling terhubungkan dikarenakan penggunaan kabel yang langsung ke node yang ditujunya. Sehingga data yang mengalir tersebut akan dapat langsung menuju node yang dituju, sehingga data tersebut akan mengalir pada jaringan topologi mesh dengan cepat. Data dapat mengalir langsung ke node yang dituju tanpa harus melewati node lainnya.
Kelebihan
Topologi Mesh
- Topologi mesh mempunyai hubungan dedicated link yang mana dapat menjamin jika data akan langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa melewati komputer lainnya. Sehingga data tersebut dapat mengalir lebih cepat sampai tujuan.
- Jenis topologi mesh ini adalah robust, yaitu bila terjadi gangguan di dalam koneksi komputer A dan komputer B dikarenakan adanya kerusakan pada kabel koneksi yang ada pada antara komputer A dan komputer B maka gangguan tersebut tidak akan menganggu koneksi yang ada pada komputer A dengan lainnya.
- Pada topologi mesh, security dan privacy dapat terjamin baik dikarenakan komunikasi yang terjalin di antara kedua komputer tidak bisa diakses dengan komputer lainnya.
- Mudah dalam hal mengidentifikasikan masalah masalah kerusakan yang terjadi antar jaringan komputer.
Kekurangan
Topologi Mesh
- Pada topologi mesh, membutuhkan kabel dan port I/O yang lebih banyak sehingga semakin banyak komputer yang ada di dalam jaringan topologi mesh maka tentu saja akan membutuhkan lebih banyak lagi kabel serta port I/O.
- Sulit dalam melakukan installasi serta konfigurasi dikarenakan setiap komputer harus terkoneksi langsung.
- Jaringan komputer yang menggunakan topologi mesh akan sangat banyak menggunakan kabel, sehingga tentu saja membutuhkan sebuah ruangan yang cukup besar ketika akan membangun jaringan komputer tersebut.
- Biaya yang diperlukan untuk perawatan topologi jaringan ini lebih banyak dibandingkan jaringan lainnya.
- Jaringannya yang tidak praktis
4. TOPOLOGI RING
Pengertian Ring
Topologi ring
merupakan jenis dari topologi jaringan yang mana bentuk dari rangkaiannya
masing masing tersambung pada dua titik yang lainnya, Sehingga dapat membentuk
seperti jalur lingkaran menyerupai cincin. Biasanya kabel yang digunakan pada
topologi ring adalah kabel BNC yang tidak terdapat ujung sehingga tidak
membutuhkan terminator.
Untuk membentuk
jaringan cincin, maka setiap sentral perlu dihubungkan seri antara satu dengan
yang lainnya sehingga akan membentuk hubungan loop tertutup. Dalam
sistem topologi jaringan ini, setiap sentral memang dirancang untuk bisa
berinteraksi dengan sentral yang jaraknya berdekatan ataupun berjauhan.
Sehingga topologi ring ini memang memiliki kemampuan untuk bisa melakukan switching
ke segala arah workstation.
Cara Kerja Ring
pada topologi
ring setiap node memiliki fungsi sebagai repeater
atau penguat sinyal untuk node baik sebelum ataupun sesudahnya. Sehingga setiap
perangkat nantinya dapat bekerja sama untuk mendapatkan sinyal dari sebelumnya
dan diteruskan ke node yang selanjutnya. Pada proses penerimaan sinyal serta
penerusan sinyal data akan dibantu dengan alat yang bernama token.
Kelebihan Ring
•
Mudah dalam perancangan serta mengimplementasikannya.
•
Peforma topologi ring lebih baik jika dibandingkan dengan
topologi bus, bahkan meskipun aliran data yang ada besar dan berat sekalipun.
•
Mudah dalam melakukan konfigurasi serta installasi
perangkat baru.
Kekurangan Ring
•
Komunikasi data akan sangat tergantung dari jumlah node
yang ada di dalma jaringan.
•
Cenderung sulit untuk dikonfigurasikan jika dibandingkan
dengan topologi star.
•
Membutuhkan penanganan serta pengolahan yang lebih khusus
untuk bandles.
Manfaat Dari Ring
•
untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat
baru.
•
untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan
dalam jaringan karena menggunakan konfigurasi point to point
5. TOPOLOGI STAR
Pengertian
Topologi Star
Topologi Star merupakan
bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap
node atau pengguna. Masing- masing workstation di hubungkan secara langsung
ke Server atauHub/Swich. Intinya topologi ini
mengunakan Hub/Switch untuk menghubungkan dari komputer satu ke
komputer yang lain. Hub/ Switch berfungsi untuk menerima
sinyal-sinyal dari kopmputer dan meneruskan ke semua komputer yang terhubung
dengan Hub/Swich tersebut. Topologi jaringan Star termasuk
topologi jaringan dengan biaya menengah.
Karakteristik
Topologi Star
•
Setiap Node berkomunikasi secara langsung
dengan central node. Traffic data mengalir dari node ke central node dan
kembali lagi.
•
Muda di kembangkan karena setiap node hanya memiliki
kabel yang langsug terhubung ke central node.
•
Jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya
pada node tersebut yang terganggu tanpa menggangu jaringan lain.
•
Dapat di gunakan Kabel Lower karena hanya
meng-handle satu trafik node dan biasannya mengunakan kabel UTP.
Kelebihan
Topologi Star
•
Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi
jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
•
Tingkat keamanan termasuk tinggi.
•
Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
•
Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan
dengan mudah.
•
Akses Kontrol terpusat.
•
Kemudahan deteksi dan
isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
•
Paling fleksibel.
Kekurangan
Topologi Star
•
Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh
rangkaian akan berhenti.
•
Boros dalam pemakaian kabel.
•
HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
•
Peran hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat masalah
dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
•
Jaringan tergantung pada terminal pusat.
•
Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat
menyebabkan jaringan lambat.
•
Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.
Kesimpulan
•
Bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap
workstation ke server, maka Bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel
akan semakin lebar sehingga akan menambah atau meningkatkan kerja jaringan
secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel
maka gangguan hanya terjadi dalam komunikasi antara workstation yang
bersangkutan sengan server, dan jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan.
•
Kebutuhan kabel yang lebih banyak dibandingkan dengan
Topologi yang lain. Karena setiap workstation harus memiliki kabel tersendiri
untuk terhubung dengan Hub/Switch dan juga membutuhkan penanganan secara
khusus.
6. TOPOLOGI TREE
Pengertian Topologi Tree
Topologi tree atau sering dikenal dengan topologi pohon adalah
topologi jaringan komputer yang merupakan kombinasi dari topologi star dan BUS.
Secara hirarki penyusunannya topologi tree ini merupakan kumpulan dari topologi
star yang dihuhubungkan dengan topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau
bleckbone.
Topologi pohon ini sering juga disebut dengan topologi bertingkat. Dalam penggunaanya topologi ini sering digunakan digunakan untuk interkoneksi antar heirarki yang berbeda. Untuk hirariki yang rendah pada topologi ini digambarkan pada lokasi yang rendah, sedangkan untuk hirarki yang lebih tinggi akan digambarkan pada lokasi yang lebih tinggi.
Topologi pohon ini sering juga disebut dengan topologi bertingkat. Dalam penggunaanya topologi ini sering digunakan digunakan untuk interkoneksi antar heirarki yang berbeda. Untuk hirariki yang rendah pada topologi ini digambarkan pada lokasi yang rendah, sedangkan untuk hirarki yang lebih tinggi akan digambarkan pada lokasi yang lebih tinggi.
Ciri - Ciri Atau Karakteristik
Topologi Tree
Berikut ini adalah ciri - ciri atau karakteristik
dari pada topologi tree :
- Komunikasi data yang berjalan dalam jaringan dilakukan melalui HUB.
- HUB berperan sebagai pusat kendali dalam jaringan.
- Mempunyai kabel utama yang disebut dengan backbone sebagai penghubung jaringan.
Cara Kerja Topologi Tree
Adapun cara kerja topologi tree ini adalah akan
membentuk sebuah jaringan yang menggunakan sistem pohon bercabang. Pada
topologi tree terdapat sistem yang bertingkat yang digunakan sebagai media
interkoneksi antar sentral yang mana didalam interkoneksi tersebut terdapa
hierari yang berbeda.
Komputer client ini dikelompokan dengan menggunakan topologi star, kemudia masing - masing kelompok topologi star ini akan saling dihubungkan dengan menggunakan moteode pada topologi BUS. Untuk menghubungkan masing - masing kelompok jairingan star ini menggunakan HUB yang tersambung dengan kabel utama yang disebut dengan backbone.
Misal data dari kelompok jaringan 1 akan dibungkan dengan kelomok jaringan no 2 maka data dari kelompok jaringan 1 ini akan melewati HUB kemudain akan diteruskan ke backbone dan menuju kelompok jaringan no 2. Jadi aliran data pada komputer dalam topologi pohon ini tidak terkirimkan secara langsung melainkan harus melewati HUB dahulu.
Komputer client ini dikelompokan dengan menggunakan topologi star, kemudia masing - masing kelompok topologi star ini akan saling dihubungkan dengan menggunakan moteode pada topologi BUS. Untuk menghubungkan masing - masing kelompok jairingan star ini menggunakan HUB yang tersambung dengan kabel utama yang disebut dengan backbone.
Misal data dari kelompok jaringan 1 akan dibungkan dengan kelomok jaringan no 2 maka data dari kelompok jaringan 1 ini akan melewati HUB kemudain akan diteruskan ke backbone dan menuju kelompok jaringan no 2. Jadi aliran data pada komputer dalam topologi pohon ini tidak terkirimkan secara langsung melainkan harus melewati HUB dahulu.
Kelebihan Topologi Tree
Berikut ini adalah kelebihan atau keunggunalan
dari pada topologi tree :
- Cocok diterapkan pada jaringan komputer dengan skala besar.
- Pada topologi pohon ini memungkinkan penggunaan jaringan pont to point.
- Mudah dalam melakukan identifikasi dan isolasi jika terjadi kerusakan pada jaringan
- Jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka tidak akan berpengaruh ke node yang lain.
Kekurangan Topologi Tree
Berikut ini adalah kekurangan atau kelemahan dari
pada topologi tree :
- Topologi pohon ini memiliki ketergantungan secara menyeluruh terhada HUB, jika terjadi kerusakan pada HUB maka seluruh jaringan akan terganggu.
- Komunikasi antar komputer dalam satu jaringan tidak bisa dilakukan secara langsung melainkan harus melewati HUB sehingga data mengalir sedikit lebih lambat.
- Topologi pohon ini terbilang sulit dalam perawatannya karena banyak perancangan node.
Contoh Topologi Tree
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa topologi
tree adalah gabungan dari topologi star dan BUS, dan berikut ini adalah
contoh topologi tree :
Dari penjelasan diatas dapat simpukan bahwa
topologi tree atau topologi pohon ini merupakan pengabung dari topologi star
dan topologi BUS dimana data yang mengalir pada topologi ini harus melewati HUB
yang terhubung dengan kabel utama yang disebut backbone.
7. TOPOLOGI LINIER
Pengertian
Topologi Linear
Jenis topologi
linear sebenarnya merupakan perluasan dari jenis topologi bus, yang mana kabel
utama di dalam jaringan harus dihubungkan dengan setiap titik-titik yang ada di
komputer dengan T-Connector. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jaringan
linear merupakan topologi jaringan yang memiliki layout cukup umum. Satu kabel
utama di dalam jaringan akan menghubungkan ke setiap titik komputer (koneksi)
yang kemudian akan dihubungkan dengan konektor T Connector dan di ujungnya
harus diakhiri dengan terminator. Konektor yang biasanya digunakan pada
topologi linear adalah tipe BNC (British Naval Connector).
Tipe-Tipe Topologi Linier
- BNC Kabel Konektor, digunakan untuk dapat menghubungkan kabel jaringan ke T konektor.
- BNC Barrel Konektor, digunakan untuk dapat menghubungkan 2 kabel BNC
- BNC Barrel Konektor, digunakan untuk menghubungkan kabel jaringan menuju komputer.
- BNC Terminator, digunakan untuk menandai akhir atau ujung dari topologi jaringan
Karakteristik
Topologi Liniear
- Topologi linear memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan jenis topologi jaringan lainnya, yaitu:
- Menggunakan konektor BNC dan kabel RJ 58
- Jenis topologi jaringan ini adalah pengembangan dari jenis topologi bus
Kelebihan
Topologi Linear
- Mudah dalam melakukan setup dan memperluas jaringan komputer
- Sangat hemat kabel, dibandingkan dengan jenis topologi jaringan lainnya, panjang kabel yang dibutuhkan dalam topologi linear lebih sedikit.
- Biaya pembangunannya sangat murah dan hemat, dikarenakan anda hanya membutuhkan sedikit kabel. Maksimal dari komputer yang ada di dalam jaringan tersebut sekitar 5-7 buah saja.
- Tata letaknya sederhana, sehingga anda tidak perlu terlalu rumit dalam pemasangan
- Tidak membutuhkan kendali pusat (server)
- Mudah untuk dikembangkan
- Prose penambahan dan pengurangan terminal tidak akan sama sekali menganggu operasi yang sedang berjalan
Kekurangan
Topologi Linear
·
Pendeteksian dan pengisolasian pada kesalahan yang
terjadi di dalam jaringan akan sangat kecil dilakukan.
·
Lalu lintas yang ada di dalam kabel penghubung jaringan
sangat padat dan tinggi, sehingga bisa saja menyebabkan lemot atau crash.
Sehingga tidak akan cocok digunakan bagi anda yang memiliki jaringan
komputerdengan lalu lintas yang cukup padat.
·
Proses security data-data yang ditransfer di dalam
jaringan kurang begitu terjamin keamanannya.
·
Bila terjadi penambahan jumlah pengguna, maka akan
berdampak pada penurunan kecepatan jaringan. Sehingga membuat proses transfer
data bisa melambat.
·
Membutuhkan repeater jika digunakan untuk transfer jarak
jauh.